Mental Health
Apa generasi ini butuh akan kesehatan mental? Lalu jia kita tidak peduli akan kesehatan mental kita apa yang akan terjadi? Menurut WHO 1 dari 5 orang di dunia ini mengalami kesehatan mental dan 2 per 3 dari orang tersebut tidak menjalani perawatan medis akan kesehatan mentalnya sendiriKesehatan mental ini mengganggu kondisi emosional, psikologis, dan kesejahteraan sosial dan merasa bahwa dirinya ini dipinggirkan oleh dunianya. nah mengatasi hal tersebut kesehatan mental harus kita jaga dengan mengubah pola hidup bersosial karena ini adalah jalan yang sangat penting kaena orang-orang disekitar adalah cerminan kita.
Dampak negatif isolasi fisik terhadap pembelajaran remaja khususnya pada generasi Z di rumah banyak berpengaruh pada kesehatan mental mereka. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat kelompok remaja usia 20 hingga 30 tahun menjadi sumber penularan virus corona (Covid-19) tertinggi di Indonesia. Para guru dan profesional kesehatan juga melaporkan bahwa ketegangan isolasi fisik mulai terlihat pada banyak remaja. Setiap kecemasan dan ketakutan yang mereka alami diperkuat oleh isolasi dari teman-teman, kurangnya akses ke kegiatan olahraga, rekreasi dan kurangnya kepastian tentang masa depan. Dalam masa-masa sulit ini kesehatan mental remaja perlu menjadi prioritas tinggi. WHO memberikan pengertian tentang sehat sebagai suatu keadaan fisik, mental, dan sosial yang lengkap sejahtera dan tidak semata-mata karena tidak adanya penyakit atau kelemahan. Kesehatan mental juga sangat berhubungan dengan kesehatan fisik dan perilaku. Dalam merancang rencana kesehatan mental remaja, penting untuk memperhatikan kondisi yang seimbang antara diri sendiri, orang lain dan lingkungan membantu masyarakat dan individu memahami bagaimana menjaga dan meningkatkannya. Pada lingkungan keluarga, kita perlu peran penting orang tua dalam mengidentifikasi, mengevaluasi serta menyetujui intervensi yang diberikan. Orang tua dapat memulai dengan memberikan nutrisi yang cukup pada remaja, kesempatan pada remaja untuk belajar baik sendiri maupun bersama teman, serta waktu untuk bermain yang akan meningkatkan kualitas hidup remaja sedari dini. Pemberian pola pengasuhan yang memberikan rasa aman, adanya kedekatan terhadap seluruh anggota keluarga dan komunikasi yang terjalin dengan baik membuat keluarga menjadi sebuah sistem yang memiliki fungsi optimal pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemerintah dapat memberikan kebijakan terkait perlindungan serta peningkatan kualitas hidup, seperti meningkatkan pemberian dan penyebaran makanan yang bernutrisi, hunian rumah yang nyaman serta akses untuk mendapat pendidikan yang memadai. Hal tersebut tentu berkaitan pula dengan kondisi perekonomian serta jaringan komunitas yang ada. Keberhasilan remaja dalam proses pembentukan kesehatan baik fisik maupun mental yang sehat dan pembentukan kematangan diri membuat mereka mampu menghadapi berbagai tantangan dan dalam kehidupannya saat ini dan juga di masa mendatang. Untuk itu mereka seyogyanya mendapatkan asuhan dan pendidikan yang menunjang untuk berkembangnya pola pikir yang jelas. Dengan demikian, lebih baik mencegah dengan memperkuat berbagai faktor protektif dan mengurangi sebanyak mungkin faktor risiko yang ada.
Komentar
Posting Komentar