tidak jadi menjadi mahasiswa kedokteran

Hai! Ini pertama kalinya aku membuat blog, kalau bukan karena tugas, mungkin semua apa yang aku rasakan danyang aku khawatirkan tidak akan ada wadah yang bisa menapunya. Aku Juhi mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Kedokteran tapi dibelakangnya ada Hewan, haha. Aku mahasiswa baru tahun 2020 dan yaps aku lolos di sini ditahun kesempatan terakhirku, aku lulusan tahun 2018 mencoba mencoba dan terus mencoba tetapi semuanya gagal dan berakhirlah aku bermuara disini, FKH UB. Aku juga tidak mempunyai aasan yang tepat dan aku juga belum menyiapkan jawaban yang pasti saat ditanya, mengapa kuliah di FKH UB buka di FK? Well aku juga tidak tau selama 2 tahun berturut-turut mengalami kegagalan persiapan dan mental saat SBMPTN dan UTTBK disaat itu aku bukan merasa menjadi diriku sendiri tetapi yang aku munculkan dalam pemilihan prodi adalah rasa egoku. Aku tahu semua akan indah pada waktunya, dan mengapa aku kok selalu kekeuh kepengen lanjut belajar memulai kuliah padahl sudah terlambat 2 tahun dan temen temen seangkatan aku sudah ada yang menjuari lomba tingkat nasional dan aku masih begini-begini saja? Ya itu semua karena kedua orang tua aku. Mereka tahu apa yang aku rasakan, jatuh gagal berkali-kali tapi mereka mengajak aku untuk bankit dan menjadi diri sendiri. Aku melihat raut wajah mereka saat aku mendapat warna hijau untuk pertama kalinya, semuanya masih aku ingat bagaimana aku membuka web UTBK untuk meilhat kelulusan aku, aku membukanya di masjid rasanya seperti tidak sanggup menahan tangisanku kala itu, dan semua tumpah saat aku langsung berlari ke pelukan ibuku untuk memberikan ucapan bahwa anaknya berhasil masuk disalah satu universitas negeri terbaik di Jawa Timur. Jadi kalau diputar balik kebelakang rasanya seperti aku masih tidak menyangka bahwa ada dititik ini. Mengapa juga di FKH kok nggak di FK aja? Well, aku sudah berusaha mati-matian untuk mengejar goals egoku tetapi tidak semudah itu Allah langsung accept, enggak aku gak mau gagal lagi dikesempatan terakhir aku ini, aku  harus angkit dan menunjukan kalau aku bsia da menjdai sesorang yang bisa membanggakan kedua orang tua saya dengan mendapatkan gelar drh deipan nama saya kelak, masih jauh 6 tahun lagi, bismillah. Asalan saya untuk tetap semangat menjalani hidup da tidak mengeluh adalah kedua oang tua saya. Meskipun diterpa banyak masallah sampai ada suatu masalah yang mengharuskan keluarga kami untuk segera pindah rumah alias diusir oleh si yang punya rumah, kamu tahu? Kedua orang tuaku tidak pernah mengeluh tentang keadaan dan mereka semua adlahyang membentuk karakter aku seperti ini. Sperti bualan semata kalau aku tidak pernah mengeluh tengtang keadaan yang sehancur-hancurnya dikala 2 tahun yang lalu, iya aku selalu mengeluh dalam hati tetapi ibu bapakku selalu mengajarkan aku untuk selalu terbuka kepada mereka dan kepada-Nya. Buk, pak? Lihat aku dan adek yakalian semua harus selalu sehat dan semangat karena engkau adalah jantung dan paru-paru kami. Meskipun aku tidak berhasil mengapai cita-cita aku menjadi mahasiswa fakutas kedokteran tetapi enkau selalu mengatakan kalau engkau bangga sekali kepadaku dan adek. Meskipun online begini tapi rasanya berbeda sekali, aku ingin memperlihatan bagaimana raut wajah bahagiaku saat memakai jas kebanggaan di depan gedung rektok UB. Tunggu ya, Pak, Buk. Semua ini aku akan berjuang karena negkau adalah apa yang kau perjuangkan di masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mental Health